Jumat, 27 September 2013

Teknologi "Memakan" Manusia Dalam Bermasyarakat

Nama  : Emanuela Claresta Sabatina
Kelas : 3sa01  NPM : 12612482
Matkul : Jurnalistik - Laporan Opini


 Teknologi "Memakan" Manusia Dalam Bermasyarakat

           Seperti yang kita tahu saat ini teknologi berkembang pesat dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini. Tua-muda,Besar-kecil,Orang dewasa- anak-anak,semua "dimakan" teknologi saat ini. Lalu apakah teknologi saat ini akan menjadi selalu positif bagi kita?atau ada sisi negatifnya?
           Dengan canggihnya teknologi saat ini, cukup membantu kinerja manusia. Seperti dalam penindustrian, pemasaran,pergaulan,pendidikan,dan sebagainya. Majunya teknologi membuat kita semakin mudah dalam melakukan segala hal. Contohnya, saat kita ingin mengetahui resep masakan,tinggal mengakses internet,pergi ke google dan tulis resep masakan yg diinginkan,alhasil semua akan keluar dengan lengkap. Begitu juga dalam dunia industri,tidak perlu lagi kita lelah mengolah atau membuat suatu produk,mesin yang bekerja. Pendidikan juga ikut terpengaruh dengan teknologi.Saat ini belajar,mengerjakan soal,mencatat,tidak perlu lagi dengan buku,hanya dengan sistem virtual saja kita bisa melakukan pekerjaan kita. Yang tidak kalah menariknya dalam hal sosialisasi, "Mendekatkan Yang Jauh". Istilah itu sering kita dengar dan memang benar adanya. Bahkan dengan semakin majunya teknologi kita bisa berhubungan dengan seluruh dunia, tidak hanya melalui tulisan tapi juga bertatap langsung dengan orang lan melalui webcam.  
           Tetapi,Kekurangan yang ditimbulkan dari teknologi juga ada. Seperti halnya kita menjadi malas melakukan sesuatu hal melalui proses dan ingin selalu instan. Contohnya, dalam hal industtri ini akan menjadi petaka bagi para buruh tradisional karena mungkin tidak mengerti menggunakan alat canggih. Dalam hal bersosialisasi,akan membuat kita menjadi sempit dalam memiliki pertemanan di dunia nyata atau yg disebut anti sosial(ansos).
           Pada akhirnya semua bergantung bagaimana kita dapat menggunakan teknologi secara bijakapalagi melihat hal-hal yang dibahas di atas,agar tidak "dimakan" oleh teknologi.

Jumat, 16 Agustus 2013

Judul-judul Bersajak

Saat pertama aku hanya "Curi-curi" dan "Terdiam" melihatnya, saat harus bertanya-tanya apakah ini cinta "PAndangan Pertama"? aku belum yakin seutuhnya. Tetapi saat mulai berbincang hangat dengannya "Could it be (love)"?. Ketika aku menjadi "Penasaran" akan kedekatan yang terjalin dan muncul "keraguan" akan misteri hidup. Dan yang bisa kulakukan saat ini hanya "Menari" dalam imajinasi,hingga "Harapku" "Dia" mampu menjadi "Teman Hidup" kelak, Hidup bahagia bagai suasana "Sriwedari" , karena dia "Pilihanku".
Tapi kalaupun jawabannya tidak "apalah arti menunggu" dan bersiap "moving on"... Entah aku yang berlebihan menanggapi ini atau tidak, "Salahkah"?. Ini hanya ceritaku seorang "(tuan) Nona kesepian" yang ingin rasakan "Cinta Sempurna".

List songs:
HiVi - Curi-curi
Maliq dessential - terdiam
RAN-PAndanganPErtama
Raisa-could it be
MAliq dessential- Penasaran
Andien - Keraguan
MAliq dessential - Menari
Ari Pramundito - Harapku
MAliq dessential- Dia
Tulus- Teman hidup
Maliq dessential - Sriwedari
Maliq dessential - Pilihanku
Raisa- apalah arti menunggu
Andien - Moving on
Tompi - Salahkah
Tulus- Tuan Nona Kesepian
Raisa-Cinta Sempurna

Jumat, 21 Juni 2013

Female chameleon

when on fire but gave up, when smiling but in the middle of the road,when wanted to stop but not really wanted to stop. Knowing him made me such a female chameleon. chameleon that was not sure about its situation and female that always waiting for the male. when was it be over?

Bunglon Betina

Ketika bergairah tapi menyerah,ketika tersenyum tapi bimbang,ketika ingin berhenti tapi 
belum benar-benar ingin berhenti. Mengenalnya membuat aku seperti bunglon betina. Bunglon yang tak tentu keadaannya dan betina yang menunggu jantannya, sampai kapankah??

Senin, 13 Mei 2013

Penganggum Rahasia

Ketika hanya bisa melihatmu dari jauh,Kau dengan kaos abu-abu,celana jins biru,dan sepatu bergaya boots. Aku dengan kaos biru dongker berlapis blazer hitam modern,celana jins biru, dan sepatu flatshoes putih,saat terakhir aku melihatmu waktu itu ,walau bukan benar-benar yang terakhir. Melihatmu berjalan dan berbincang  gembira dengan teman-temanmu, dan aku hanya tersenyum sipu,memerah pipi ini.
Aku juga tak mengerti apa yang membuat ku mengaggumimu,mungkin karena ketampanan dan jiwa senimu yang begitu memikat.
Terimakasih sudah membuatku tersenyum gila,menjadi topik hangat untuk kubagi dengan teman-teman wanitaku, dan menjadi bagian fantasi dari lagu-lagu yang kudengarkan...Meski semuanya itu terasa menggantung

Selasa, 07 Mei 2013

Buntut Bali,KAlimantan Tengah-Kepariwisataan

Pada tulisan ini,saya akan membahas tentang suasana dan keadaan salah satu desa di KAlimantan Tengah yaitu Buntut Bali.
      Buntut BAli adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kalimantan tengah yang untuk mencapai kesana kita harus naik getek(perahu kecil) dan melewati sungai KAtingan.Perjalanan di tempuh sekitar 1 jam setengah dari pelabuhan Kasongan. Waktu itu saya pergi kesana saat umur saya 9 tahun,ya sekitar kelas 4 SD. Itu pertama kalinya saya ke Pulau Kalimantan dan ke Desa Buntut BAli kampung halaman almarhum kakek saya. Perjalanan ke Buntut BAli menjadi perjalanan yang menyenangkan sekaligus menyeramkan. Karena pertama kalinya saya menaiki perahu kecil(getek) yang jarak dengan permukaan sungai sangat dekat sekali dan katanya banyak buaya di sungai itu hiiiii.... menyeramkan..tp untungya selama perjalanan tidak terjadi apa-apa :D. Setelah sampai, saya melihat banyak wanita baik ibu-ibu atau anak-anak yang memakai sesuatu bubuk putih di wajahnya,seperti masker. Ternyata itu adalah bedak dingin. Orang-orang di desa tersebut terbiasa menggunakannya untuk mendinginkan wajah mereka.
      Setelah itu saya diajak almarhum kakek saya juga keluarga yang lain untuk mengunjungi rumah saudara kakek saya dan menginap disitu selama 2 hari 1 malam. HAri pertama,Saya merasa sangat tidak nyaman,mungkin karena belum terbiasa tinggal di rumah panggung,mandi di tempat terbuka,dan penerangan rumah juga jalanan yang kurang memadahi.  Di hari itu kami hanya menghabiskan waktu berkumpul dengan saudara dari kakek saya yang tinggal di desa itu.Tapi di satu sisi itu adalah pengalaman yang seru.Lalu keesokan harinya saya diajak untuk berkeliling desa dan sempat melihat rumah-rumah kecil yang digantung dibeberapa tepi jalan di desa tersebut. Dan ternyataa...itu adalah tempat sesajen bagi para leluhur yang memang menjadi tradisi desa Buntut Bali hiii menyeramkan...Orang-orang di Buntut Bali memang masih menganut anim
isme,yaitu percaya pada nenek moyang. Dan memang beberapa keluarga dari kakek saya yang tinggal di desa Buntut Bali masih menganut kepercayaan tersebut. Dan tak lama setelah itu,siang menjelang sore kamipun kembali ke Kota PAlangkaraya ke rumah almarhum kakek saya. KAmi menghabiskan waktu sekitar 5 hari di KAlimantan lalu kembali ke Jakarta. Itu adalah penglaman yang seru mengunjungi daerah yang belum tersentuh dengan kemodern-an.




Rabu, 01 Mei 2013

Monumen Palagan Ambarawa (KEpariwisataan)

Monumen Palagan Ambarawa

Saat saya SMA kelas 2,sekolah saya mengadakan study tour ke beberapa wilayah di Jawa Tengah,salah satu destinasi kami adalah Monumen Palagan Ambarawa. Waktu itu saya dan rombongan menggunakan salah satu biro perjalanan untuk melaksanakan study tour ini,kami berkumpul pukul 07.00 WIB dan berangkat sekitar 1 jam berikutnya,dikarenakan harus mendata ulang seluruh siswa dan briefing. Study tour ini dilaksanakan 4 hari 3 malam. Monumen Palagan Ambarawa adalah destinasi kami di hari ke dua. Setelah hari pertama kami mengunjungi Dieng kami turun menuju AMbarawa(Monumen Palagan Ambarawa) di hari kedua. Monumen PAlagan Ambarawa adalah simbol pertempuran Palagan Ambarawa saat pemerintahan Jepang dan Belanda.Di tempat wisata ini juga terdapat museumnya yang berisi alat perang,kendaraan perang,dan seragam para pasukan Belanda dan Jepang. Saya terpukau melihat isi dari museum tersebut,serasa kembali ke jaman dahulu,dan senang bisa melihat bagaimana perlengkapan perang jaman Belanda dan JEpang dahulu. Tapi sayangnya Museum ini seperti tidak terurus , fasilitas kamar kecil bagi para wisatawan juga sudah tidak bagus dan rusak,dan didalam museumnya sendiri juga banyak debu-debu dikaca sehinnga museum tidak terlihat indah. Tapi bagaimanapun saya senang bisa melihat dan mengunjungi Museum Ambarawa dan mungkin pesan bagi pemerintah daerah untuk tetap menjaga dan merawat aset wisata Ambarawa ini.