Selasa, 01 Oktober 2013

Penduduk,Masyarakat,dan Kebudayaan

2.1 Pertumbuhan Penduduk
Perkembangan penduduk dunia




Penggandaan penduduk dunia



Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
A.Kematian (Mortalitas)
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas dan migrasi,  yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk.Selain itu mortalitas bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
B.Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR        = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D             = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P             = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K             = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Ket :
ASDRx   = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx           = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px           = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K             = Bilangan konstan 1000

Angka Kelahiran
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x K
Ket  :
CBR        = Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B             = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P             = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
K             = Bilangan konstan 1000
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx = Bx/Pfx x k
Ket :
ASFRx   = Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx           = Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx         = Jumlah wanita pada kelompok umur x
K             = Bilangan konstan 1000
X             = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya

Pengertian dan Akibat Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi :
1.      Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang.
2.      Rawan terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit.
3.      Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana.
4.      Area pemakanan yang berkurang karena lahan yang seharusnya dijadikan tempat pemakanan, dijadikan fasilitas umum seperti mall dan bangunan lainnya.
5.      Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit.
Macam-Macam Migrasi dan Proses Migrasi
Berikut adalah macam-macam migrasi :
1.      Migrasi masuk (in migration), yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tujuan
2.      Migrasi keluar (out migration), yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal
3.      Migrasi neto (net migration), yaitu merupakan selisih antara jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
4.      Migrasi bruto (gross migration), yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
5.      Migrasi total (total migration), yaitu seluruh kejadian migrasi, mencakup migrasi semasa hidup dan migrasi pulang
6.      Migrasi internasional (international migration), yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain
7.      Migrasi semasa hidup ((life time migration), yaitu migrasi berdasarkan tempat kelahiran. Mereka yang pada waktu pencacahan sensus bertempat tinggal didaerah yang berbeda dengan daerah tempat lahirnya
8.      Migrasi parsial (partial migration), yaitu jumlah migran ke suatu daerah tujuan dari daerah asal atau dari daerah asal ke satu daerah tujuan
9.      Arus migrasi (migration stream), yaitu jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal ke daerah tujuan dalam jangka waktu tertentu
10.  Urbanisasi (urbanization), yaitu bertambahnya proposisi penduduk yang berdiam didaerah kota yang disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke kota dan atau akibat dari perluasan kota
11.  Transmigrasi (transmigration), yaitu pemindahan dan perpindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang ditetapkan didalam wilayah RI guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang diatur dalam undang-undang

Proses Migrasi Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
1.      Dalam memilih daerah tujuan para imigran cenderung memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal
2.      Kurangnya kesempatan kerja didaerah asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk
3.      Informasi yang positif dari sanak saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi
4.      Informasi yang negatif yang dating ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi
5.      Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
6.      Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
7.      Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut
8.      Migrasi masih akan terjadi apabila di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll)
9.      Orang yang berumur muda dan belum berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin
10.  Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk

Jenis Struktur Penduduk
1.      Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.

2.      Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.

3.      Piramida Penduduk Tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. 

Bentuk Piramida Penduduk
1.      Piramida penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara : India, Brazilia, Indonesia.

2.      Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia, Belanda, Skandinavia.

3.      Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa. Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.


Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

2.2 KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia

Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.

Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri – ciri zaman batu muda :
1.  Mulai menetap dan membuat rumah
2.  Membentuk kelompok masyarakat desa
3.  Bertani
4.  Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.

2.3 Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.
1. Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan.
2. Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.
3. Arsitektur
Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.
4. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.
5. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:
Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.

Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.

2.4 Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.

Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia

Sumber : 
http://sitiasiyahaas.wordpress.com/2012/11/16/kebudayaan-hindu-buddha-islam-dan-barat-di-indonesia/
http://febrinasrinatasa.wordpress.com/2012/10/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk/
http://lalayulia.blogspot.com/2011/10/pengertian-penduduk-masyarakat-dan.html

Pengertian,Tujuan,ISD dan IPS

Pengertian ISD
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial berdasarkan fakta,konsep atau teori yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan sosial seperti sejarah,ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Tujuan
Tujuan dari mempelajari ilmu sosial dasar  :
a. Membuat kita memahami dan menyadari kenyataan dan masalah sosial dalam hidup bermasyarakat
b. Membuat kita peka terhadap masalah-masalah sosial yang ada dan menjadi tanggap dalam memecahkan masalah sosial tersebut
c. Menyadari masalah sosial yang timbul adalah bersifat kompleks dan perlu kritis serta interdispliner dalam mempelajarinya.
d. Dapat memahami pemikiran-pemikiran dari para ahli bidang pengetahuan lain sehingga dapat menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmupengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi,Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.

c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan,Kesenian dan lain-lain.

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Persamaan dan Perbedaan ISD dan IPS
Persamaan ISD dan IPS yaitu :
a. merupakan bahan studi dalam program pendidikan.
b. bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c. mempunyai materi yang mempelajari kenyataan social dan masalah sosial.
Perbedaan ISD dan IPS yaitu :
a. Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
b. ISD merupakan mata kuliah tunggal sedangkan IPS  merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran seperti ekonomi,sejarah,geografi(untuk sekolah lanjutan).
c. ISD lebih mengarah pada sikap dan kepribadian, sedankang ilmu IPS lebih mengarah kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2. konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Sumber :
http://dilladevellin.blogspot.com/2012/10/pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html
http://ariefsz.blogspot.com/2009/12/isd-pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/12/pengertian-tujuan-isd-dan-ips/

Jumat, 27 September 2013

Gaul,Haruskah Berbahasa Aneh ?

  Perkembangan budaya dalam bermasyarakat masa kini cukup signifikan. Apalagi dengan adanya globalisasi,dimana tak ada lagi "batas" di dunia ini. Begitu juga dalam budaya berbahasa. Dengan berkembangnya budaya di masyarakat Indonesia saat ini ,bahasa menjadi "korban" perkembangan budaya. Dimana budaya gaya berbahasa saat ini yang katanya gaul,terdengar aneh menurut saya dan memang menyerang generasi muda masa kini.
  Keanehan dalam berbahasa ini yang boleh dibilang "bahasa gaul", banyak ditemukan di sosial media yang begitu marak saat ini. Contohnya,saya pernah sms-an dengan teman saya dan saya hanya bisa tertawa bahak melihat bahasa yang ia gunakan "...besok gw kabarin eeaa.." , ada juga yg seperti "..gw gak tw kabarxa.." , "...qmoh lagi dimans?" atau yang saat ini sedang marak di sosial media dunia maya "..semangat qaqaa.." atau .."semangat eeaaa" . Melihat fenomena seperti in memang kadang terlihat lucu,tapi juga mengganggu sebagian orang. Karena hanya beberapa kalangan yang mengerti bahasa-bahasa seperti ini. Saya pun kadang bingung bagaimana harus membacanya. Butuh berulang-ulang untuk memahami. Seperti kata kabarnya menjadi kabarxa,ya menjadi eeaa,kakak menjadi qaqa,kamu menjadi qmoh,dll. Sungguh tragis! hahaha
  Dari contoh diatas,apakah menjadi gaul harus berbahasa seperti itu? Meskipun itu adalah hak orang untuk berbahasa,tapi kalau bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar kenapa tidak? sehingga memudahkan kita dalam berkomunikasi. Jadi gunakanlah bahasa yang wajar,tepat dan mudah dimengerti dan juga gaul tidak harus berbahasa aneh.

Teknologi "Memakan" Manusia Dalam Bermasyarakat

Nama  : Emanuela Claresta Sabatina
Kelas : 3sa01  NPM : 12612482
Matkul : Jurnalistik - Laporan Opini


 Teknologi "Memakan" Manusia Dalam Bermasyarakat

           Seperti yang kita tahu saat ini teknologi berkembang pesat dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini. Tua-muda,Besar-kecil,Orang dewasa- anak-anak,semua "dimakan" teknologi saat ini. Lalu apakah teknologi saat ini akan menjadi selalu positif bagi kita?atau ada sisi negatifnya?
           Dengan canggihnya teknologi saat ini, cukup membantu kinerja manusia. Seperti dalam penindustrian, pemasaran,pergaulan,pendidikan,dan sebagainya. Majunya teknologi membuat kita semakin mudah dalam melakukan segala hal. Contohnya, saat kita ingin mengetahui resep masakan,tinggal mengakses internet,pergi ke google dan tulis resep masakan yg diinginkan,alhasil semua akan keluar dengan lengkap. Begitu juga dalam dunia industri,tidak perlu lagi kita lelah mengolah atau membuat suatu produk,mesin yang bekerja. Pendidikan juga ikut terpengaruh dengan teknologi.Saat ini belajar,mengerjakan soal,mencatat,tidak perlu lagi dengan buku,hanya dengan sistem virtual saja kita bisa melakukan pekerjaan kita. Yang tidak kalah menariknya dalam hal sosialisasi, "Mendekatkan Yang Jauh". Istilah itu sering kita dengar dan memang benar adanya. Bahkan dengan semakin majunya teknologi kita bisa berhubungan dengan seluruh dunia, tidak hanya melalui tulisan tapi juga bertatap langsung dengan orang lan melalui webcam.  
           Tetapi,Kekurangan yang ditimbulkan dari teknologi juga ada. Seperti halnya kita menjadi malas melakukan sesuatu hal melalui proses dan ingin selalu instan. Contohnya, dalam hal industtri ini akan menjadi petaka bagi para buruh tradisional karena mungkin tidak mengerti menggunakan alat canggih. Dalam hal bersosialisasi,akan membuat kita menjadi sempit dalam memiliki pertemanan di dunia nyata atau yg disebut anti sosial(ansos).
           Pada akhirnya semua bergantung bagaimana kita dapat menggunakan teknologi secara bijakapalagi melihat hal-hal yang dibahas di atas,agar tidak "dimakan" oleh teknologi.

Jumat, 16 Agustus 2013

Judul-judul Bersajak

Saat pertama aku hanya "Curi-curi" dan "Terdiam" melihatnya, saat harus bertanya-tanya apakah ini cinta "PAndangan Pertama"? aku belum yakin seutuhnya. Tetapi saat mulai berbincang hangat dengannya "Could it be (love)"?. Ketika aku menjadi "Penasaran" akan kedekatan yang terjalin dan muncul "keraguan" akan misteri hidup. Dan yang bisa kulakukan saat ini hanya "Menari" dalam imajinasi,hingga "Harapku" "Dia" mampu menjadi "Teman Hidup" kelak, Hidup bahagia bagai suasana "Sriwedari" , karena dia "Pilihanku".
Tapi kalaupun jawabannya tidak "apalah arti menunggu" dan bersiap "moving on"... Entah aku yang berlebihan menanggapi ini atau tidak, "Salahkah"?. Ini hanya ceritaku seorang "(tuan) Nona kesepian" yang ingin rasakan "Cinta Sempurna".

List songs:
HiVi - Curi-curi
Maliq dessential - terdiam
RAN-PAndanganPErtama
Raisa-could it be
MAliq dessential- Penasaran
Andien - Keraguan
MAliq dessential - Menari
Ari Pramundito - Harapku
MAliq dessential- Dia
Tulus- Teman hidup
Maliq dessential - Sriwedari
Maliq dessential - Pilihanku
Raisa- apalah arti menunggu
Andien - Moving on
Tompi - Salahkah
Tulus- Tuan Nona Kesepian
Raisa-Cinta Sempurna

Jumat, 21 Juni 2013

Female chameleon

when on fire but gave up, when smiling but in the middle of the road,when wanted to stop but not really wanted to stop. Knowing him made me such a female chameleon. chameleon that was not sure about its situation and female that always waiting for the male. when was it be over?

Bunglon Betina

Ketika bergairah tapi menyerah,ketika tersenyum tapi bimbang,ketika ingin berhenti tapi 
belum benar-benar ingin berhenti. Mengenalnya membuat aku seperti bunglon betina. Bunglon yang tak tentu keadaannya dan betina yang menunggu jantannya, sampai kapankah??